Thursday, December 31, 2015

Morinaga MI Play Plan : Mencocokkan Tubuh Hewan

Assalamualaikum,

Hari ini, saya mengisi liburan Affan dengan ide bermain dari Morinaga Multiple Intelligence Play Plan (MI Play Plan) dari www.morinagamiplayplan.com. Permainan ini saya pilih karena cocok diterapkan di usia 1-3 tahun dan bisa menstimulasi kecerdasan naturalis dan kecerdasan logika matematik pada anak. Selain itu, permainan ini juga dapat menambah pengetahuan Affan tentang bagian tubuh hewan serta meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.


Alat dan bahan yang diperlukan :
  • Printables gambar-gambar hewan.
  • Gunting.
  • Art foam.
  • Double tape.
Cara Membuat :
  1. Bunda/Ayah dapat mencetak printables gambar hewan dari www.morinagamiplayplan.com.
  2. Gunting gambar hewan tersebut dan rekatkan pada art foam.
  3. Selanjutnya, Bunda/Ayah dapat menggunting gambar hewan tersebut menjadi empat bagian.
Cara Bermain :
  1. Bunda/Ayah dapat menunjukkan pada Si Kecil gambar hewan yang akan disusun dan jangan lupa beritahu pula pada Si Kecil beberapa ciri yang ada pada hewan tersebut.
  2. Setelah itu, Ayah/Bunda dapat memberikan potongan-potongan hewan pada Si Kecil dan meminta Si Kecil untuk menyatukan seluruh bagian tubuh hewan yang terpotong.
  3. Jika Si Kecil kebingungan, tolong dibantu ya, Bunda/Ayah.



Untuk mengevaluasinya, bisa kita tanyakan ini ke anak kita :
  • Ada hewan apa saja tadi Dik/ Kak? Coba sebutkan. 
  • Kalau gambar yang ini? Kalau ini kaki hewan apa ya?
  • Ada kesulitan tidak mencari pasangan gambarnya?
Setelah bermain ini, Affan jadi tau mana bagian kaki anjing, kaki beruang, kaki kucing dan bagian tubuh lain dari hewan-hewan diatas. Alhamdulillah ternyata hanya dengan permainan yang sederhana dan tidak mahal juga bisa loh menstimulasi kecerdasan anak dengan baik dan optimal. Terima kasih banyak, Morinaga Indonesia!

Love,
Dyta Putri


Continue Reading

Wednesday, December 30, 2015

Morinaga MI Play Plan : Membeli dan Menjual Es Krim

Assalamualaikum,

Fiyuhh! Kian hari Jakarta da sekitarnya makin terik yah. Lagi di kamar sama Affan dan Kianna terus gak sengaja bilang, "Bang, diluar panas-panas gini enaknya makan es krim ya Bang?"

Yakk dan nampaknya salah sebut. Anaknya langsung ribut minta es krim padahal lagi batuk pilek. Tiba-tiba saya keinget pernah lihat ide main yang ada kaitannya dengan es krim. Langsung meluncur ke www.morinagamiplayplan.com dan bener aja ada hehe. Langsung saya cetak printablesnya dan langsung main sama Affan. Permainan ini selain untuk mengalihkan perhatian Affan akan es krim haha, juga bertujuan untuk mengembangkan kemampuan anak saat berinteraksi dengan orang lain. Selain itu untuk anak yang lebih besar lagi dari Affan, bisa sekalian belajar menghitung dan menggunakan uang. 


Alat dan bahan yang dipersiapkan :
  • Printable gambar es krim dan uang mainan (Saya tidak menggunakan uangnya)
  • Gunting.
  • Lem.
  • Karton.
Cara Membuat :
  1. Saya mengunduh dan mencetak printable es krim beserta uang mainan dari www.morinagamiplayplan.com.
  2. Setelah itu, saya warnai es krimnya agar Affan tertarik. Saya katakan  es krimnya ada 3 rasa, rasa strawberry, buah naga dan alpukat sesuai warnanya.
  3. Kemudian, gunting printable tersebut.
Cara Bermain :
  1. Pertama-tama, tentukan peran dalam permainan. Misalnya kita yang menjadi tukang es krim, dan Si Kecil menjadi pembeli.
  2. Jelaskan kepada Si Kecil ada beberapa jenis es krim yang tersedia. Satu sendok es krim diberi harga satu lembar uang.
  3. Semakin tinggi es krim, maka semakin banyak uang yang harus dibayarkan. Minta Si Kecil untuk  mengenali mana es krim yang paling tinggi dan yang paling rendah.
  4. Dalam bermain, Bunda/ Ayah sebagai tukang es krim dapat bertanya kepada Si Kecil mengenai rasa es krim apa yang ia inginkan.
  5. Jika Si Kecil sudah memilih es krimnya, Bunda/Ayah bersama Si Kecil, dapat menyusun es krim pesanan Si Kecil dengan menempelkannya pada karton.
  6. Setelah itu, Bunda/ Ayah dapat memberikan es krim tersebut pada Si Kecil dan menyebutkan harganya.
  7. Minta Si Kecil untuk memberikan uang sejumlah harga es krimnya. Bunda/Ayah dapat membantu Si Kecil jika dia terlihat kebingungan.
  8. Bunda/Ayah dapat berganti peran dengan Si Kecil dan menyusun lebih banyak es krim. 





Evaluasi :
  1. Hari ini Adik/ Kakak habis bermain apa ya? Sepertinya seru sekali.
  2. Es krim yang mana yang butuh uang paling banyak untuk membelinya? Yang paling sedikit?
  3. Apakah ada kesulitan saat harus memberikan uang pada saat membeli (transaksi pembayaran)
Wuih Affan luar biasa seneng bermain peran seperti ini. Sayapun seneng juga karena fokus Affan tidak lagi ingin makan es krim tapi ke permainan jual es krim. Terima kasih ya Morinaga Platinum atas ide bermainnya yang super seru!

Love,
Dyta Putri
















Continue Reading

Tuesday, December 29, 2015

Morinaga MI Play Plan : Mengenal Nama Jari

Assalamualaikum,

Libur akhir tahun telah tibaaa. Dan kebetulan sekali saya baru dapat informasi mengenai Morinaga Multiple Intelligence Play Plan, jadi langsung berangkat ke webnya dan ngumpulin banyak sekali ide bermain untuk mendukung kecerdasan Affan. Nah ide yang satu ini adalah tentang memperkenalkan nama jari ke anak. Hmm, rasanya Affan belum tau semua nama jari jemarinya, baru tau ibu jari saja.

Selain menarik dan menyenangkan, permainan ini kabarnya bagus sekali untuk mengasah kecerdasan kinestetik dan interpersonal anak usia 1-3 tahun. Permainan ini juga bertujuan untuk melatih sensori anak terhadap sentuhan. Saya yakin Affan akan lebih gampang mengingat nama jarinya dengan cara seperti ini. Yukkk kita lihat :)


Alat dan bahan yang harus dipersiapkan :
  • Kertas
  • Cat dan wadah
  • Kuas
  • Spidol.
Cara membuatnya : 
  1. Pilih warna yang akan digunakan dan tuang pada satu wadah.
  2. Minta Si Kecil untuk mewarnai telapak tangannya menggunakan kuas.
Cara Bermain :
  1. Biarkan Si Kecil berkreasi dengan warna-warna ketika mengecat telapak tangannya.
  2. Setelah merata di semua bagian telapak tangan, minta Si Kecil untuk menjiplakan tangannya ke kertas putih.
  3. Diamkan sebentar agar cukup kering lalu beritahu Si Kecil bahwa gambar telapak tangannya terdiri dari lima jari. Jumlah dari jari tersebut sama dengan jumlah Rukun Islam. Kalau bisa, jelaskan pada Si Kecil apa itu Rukun Islam.
  4. Jika Si Kecil sudah cukup paham, tuliskan satu bunyi Rukun Islam pada satu jari.


Hasil handprint tangan Affan

Nah, untuk mengevaluasinya, saya menanyakan 3 hal ini sama Affan.
  • Mommy sudah lihat hasil karya Affan hari ini. Bagus sekali ya. Terus ini mau dipajang di mana? Dan Affan menjawab akan diletakkan aja di dinding kamarnya. Lalu saya mengiyakan sambil bilang akan membelikan frame dulu untuk membingkai hand printnya.
  • Coba Affan sebutkan nama-nama jari. Mengejutkan sekali ternyata Affan bisa tahu dan mengucapkan ibu jali atau jempong (ibujari atau jempol), tunjuk (telunjuk), jali tengah tengah (jari tengah), jali manis (jari manis), dan kingking (kelingking)..
  • Coba sebutkan 5 bunyi Rukun Islam. Nah untuk rukun islam ini Affan masih agak susah menghafalnya. Lucu banget denger Affan sebut : cahadat (syahadat), colat (shalat), puaca (puasa), dakat (zakat), dan naik aji (naik haji). Berhubung Affan anaknya kritis banget, malah jadi panjang deh ditanyain masing-masing itu apa dan bagaimana :D
Yuk silakan dicoba ide bermain seperti ini untuk mengasah kecerdasan anak kita. Buat yang tertarik, bisa langsung menuju www.morinagamiplayplan.com dan temukan beragam ide bermain lainnya yang sesuai untuk anak-anak kita :)

Love,
Dyta Putri
Continue Reading

Saturday, December 05, 2015

(Finally) Breastfeeding

Assalamualaikum,

Menyusui.
8 huruf itu mungkin nightmare buat saya beberapa tahun lalu saat saya melahirkan anak pertama saya. Dan di kehamilan kedua ini pun, menyusui tetep jadi satu hal yang paling saya khawatirkan.

Di kehamilan yang pertama, saya merasa udah mempersiapkan diri saya dengan baik dalam hal menyusui. Alat perang dan perbekalan udah saya siapin jauh-jauh hari. Baca buku dan artikel soal ASI, beli breastpump sampe dua jenis, siapin berpuluh-puluh botol ASIP, sudah saya lakuin. Tapi ternyataa, breastfeeding is not that easy for me. Lalu saya mengutuk kondisi saya yang inverted nipple. Dan udah bisa ketebak, saya menyerah dengan ngasih Affan susu formula.

Nyesel?
Ah gak juga sih. Saya bukan tipe orang yang nengok ke belakang terus nyesel sama yang udah kejadian.

Di kehamilan kedua, saya udah niat banget saya harus bisa menyusui dari sejak saya dinyatakan hamil. Alasannya simpel, saya pengen aja menunaikan hak anak saya untuk menyusui dari ibunya. Yah biar irit juga sih maksudnya *eaaaaaa

Sejak awal hamil kedua kemarin, saya kembali menyibukkan diri dengan hal-hal yang sekiranya bisa ngebantu saya untuk dapat menyusui ketika si bayi lahir. Saya banyak baca artikel dan buku tentang menyusui, banyak konsultasi sama temen-temen yang nyusuinnya sukses, sampe bikin appointment khusus sama konselor laktasi. Yang paling saya inget dari seluruh saran-saran yang masuk adalah "Keep in mind kalo saya bisa nyusuin, even dengan nipple seperti ini"

Menjelang HPL, saya terus ngumpulin percaya diri dan mensugesti diri saya kalo saya pasti bisa menyusui. Tapi, saya tetep ngejaga keinginan saya dengan gak langsung ngeborong breastpump dan perintilan menyusui lainnya. Saya cuma belanja nursing cover, alat penarik puting dari Avent, satu kantong ASIP, dan satu kotak booster ASI. Alhamdulillah banget temen-temen saya pada mau minjemin breastpumpnya untuk saya coba dulu, supaya saya gak buang-buang uang untuk breastpump yang gak cocok sama saya. Alhamdulillah juga temen-temen saya di birthclub Affan sangat helpful sekali. Saya dipinjemin breastpump berbagai merk, botol ASIP yang jumlahnya cukup banyak, sampe booster ASI segala.

3 minggu sebelum Kianna lahir, saya mulai rajin melakukan breast care. Dan betapa sumringahnya saya pas saya liat ASI saya udah keluar walau sedikit banget di usia kehamilan 36 minggu. Entah rasanya semacam ada energi positif dan percaya diri menyeruak masuk ke pikiran saya.

Dan tibalah saat Kianna lahir. Sebelumnya, saya udah nyelipin 3 butir booster ASI, satu breastpump, nipple shield, nipple puller, dan dua lembar kantong ASIP di hospital bag saya.

Alhamdulillah setelah Kianna keluar, saya bisa IMD walau gak lama dikarenakan kondisi Kianna yang kedinginan. Mulailaaah pikiran saya terbang kemana-mana, saya takut terulang lagi, tidak bisa latch on menyusui lagi.

Pas Kianna dianter ke ruangan, saya belajar menyusui Kianna sambil tiduran, dikarenakan saya masih tidak boleh angkat kepala pasca SC. Belajar menyusui dengan kondisi inverted nipple ini emang luar biasa susahnya. Saya harus rela dan nahan sakit ketika bidan-bidan RS mencoba menarik nipple saya agar Kianna lebih gampang latch on. Dan alhamdulillah, Kianna bisa latch on dengan baik walau sebelum nempel dramaaa banget. Jujur saya terharu banget pas liat Kianna menyusui langsung. No words can explain how happy i am that day. Kianna berhasil dapet kolostrum saya pada akhirnya.

Selesai?
Belum.

Kianna emang udah berhasil latch on, tapi pas saya mau mulai nyusuin lagi, saya ga bisa bikin Kianna latch on tanpa bantuan bidan. Udah ketebak, berapa puluh kali saya pencet bel untuk manggil bidan dan ngebantuin saya latch on dengan Kianna.

Hari pertama Kianna lahir, saya bisa nyusuin dia. Entah kenapa hari kedua, Kianna jadi gak sabaran dan nangis terus tiap mau nyusuin. Nyusunya juga sebentar sebentar dilepas, jadi saya harus panggil bidan lagi untuk nempelin dia. Ditambah pula nipple kanan dan kiri saya lecet sampe berdarah. Alhasil malem harinya, badan Kianna panas. Kata DSA Kianna, kemungkinan dia dehidrasi ringan karena kurang cairan. Saya jadi bertanya-tanya dalam hati, ini ASI saya ada gak sih, keluar gak sih. Akhirnya, saya inisiatif nyamperin bidan dan bilang saya harus gimana. Saya bilang kalo saya ada ASIP satu kantong dari temen suami saya yang anaknya ga jauh usianya sama Kianna. Tapi ternyata ide saya untuk ngasih ASIP dari temen suami ditentang sama DSA Kianna dengan alasan kesehatan. Kianna juga alergian, while kita gak tau didalem ASIP ini ada kandungan yang bikin dia alergi atau ga. Akhirnya kembali, saya mencetuskan gak apa apa dikasih sufor dulu tapi please jangan pake botol. Alhamdulillah, paginya demam Kianna turun setelah semaleman nenggak 240 ml susu formula.

Terus ga asi eksklusif dong udah dikasih sufor? Ya bodo. Saya bukan tipe emak emak yang harus ngASI garis keras yang ga boleh pake dot atau tiap hari pajang-pajang hasil pumping :p Yang penting sekarang saya hanya menyusui :)

Back again,
Pas Kianna dimandiin di ruang bayi, saya berinisiatif untuk nyoba pumping di ruang laktasi. Trauma saya dateng lagi, karena sebelumnya saya ga berhasil memerah ASI dengan pompa. Pas pumping pun saya ga berani liat ke botol, takut sakit hati hahaha. Dan lagi lagi saya sumringah pas kelar pumping, botolnya ada isinya walau gak banyak.

Selesai?
Belum dong.

Sampe dirumah, saya kembali kesulitan untuk latch on sama Kianna. Jadi saya mulai rajin pumping dua jam sekali untuk jaga jaga Kianna ngamuk dan saya harus kasi dia ASIP. Alhamdulillah sekarang Kianna sudah lancar dan udah bisa latch on dengan baik, jadi emaknya bisa simpen stok ASIP lagi untuk Kianna. 

Hasil pumping pertama saya


Alhamdulillah sekarang ASI saya makin hari makin mencukupi kebutuhan Kianna. Terima kasih banyak untuk orang- orang di sekitar saya yang terus mendukung saya menyusui. Terima kasih untuk suami, bidan RS Mitra Keluarga Depok, dan DSA Kianna. Juga untuk Kianna, karena udah pinter dan sabar banget untuk latch on


Dan satu lagi untuk mereka. Gak tau harus bilang makasih kaya gimana pokoknya. Dipinjemin breastpump, dikasih booster, dikasih nipple cream, dikasih EO untuk booster, dikasih banyak manset menyusui dan yang paling terasa untuk saya adalah semangat dan saran saran dari mereka untuk saya sejak saya dinyatakan hamil. Terima kasih Mbak Elga, Mbak Wulan, Mbak Fifi, Mbak Efa, Reti, Mbak Ami, Mindy, Cimam, Mamak, Mbak Offi, Mbak Nila, Mavio, Mbak Sari, Kistie, Ervi, Tetha, Jati, Mbak Ana, Mbak Lissa, Mbak Novia dan Mbak Wita atas dukungan, saran dan bantuannya. Kisses from Kianna :*

Doakan saya yaa, biar bisa nyusuin Kianna sampai 2 tahun. Amin!

Hug,
TDP

Continue Reading